Kabupaten Semarang, 11 Juli 2026 — Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti Dusun Puwono, Desa Kemambang, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang dalam gelaran Pentas Seni Budaya bertema “Sedekah Budaya” pada Sabtu (11/7). Kegiatan yang diprakarsai oleh Bapak Suliyan selaku Ketua Kesenian Dusun Puwono bersama Kelompok Seni Mpu Wono Budoyo (MWB) menjadi wadah pelestarian budaya lokal sekaligus mempererat hubungan antar warga melalui seni tradisional yang masih terus dijaga hingga kini serta mengenalkan kembali kesenian tradisional kepada berbagai kalangan.
Rangkaian acara diawali dengan selametan dan doa bersama yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, pelaku seni, serta warga Dusun Puwono sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan membawa keberkahan bagi masyarakat. Tradisi tersebut menjadi simbol kuat yang mencerminkan nilai gotong royong serta menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya Jawa masih hidup dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Puncak acara menghadirkan pertunjukan Ketoprak Semarangan yang dibawakan oleh Kelompok Seni Mpu Wono Budoyo (MWB) yang menceritakan Seni Perjuangan Masyarakat Solo dan Yogyakarta diiringi lantunan indah lagu-lagu Jawa oleh sinden dalam setiap pertunjukan. Pertunjukan ini juga melibatkan masyarakat setempat sebagai pemeran atau tokoh dalam cerita pertunjukan Ketoprak Semarangan tersebut. Pertunjukan berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari warga yang memenuhi area pementasan. Seluruh jalannya pementasan diiringi oleh alunan gamelan tradisional yang semakin memberikan nuansa khas seni pertunjukan Jawa dan memberikan pengalaman budaya yang autentik bagi seluruh penonton.
Selain menjadi ajang pertunjukan seni, kegiatan ini juga turut memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal melalui bazar dan stand UMKM. Berbagai produk kuliner dan hasil usaha warga dipasarkan kepada para pengunjung, sehingga kegiatan budaya ini tidak hanya berdampak pada aspek pelestarian tradisi, tetapi juga mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-T IDBU 40 Universitas Diponegoro turut berkontribusi sebagai bagian dari tim pendukung di balik layar. Mahasiswa membantu berbagai aspek teknis penyelenggaraan, mulai dari persiapan panggung, koordinasi jalannya acara, dokumentasi, hingga memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar. Keterlibatan tersebut menjadi bentuk nyata kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mendukung terselenggaranya kegiatan budaya di desa.
Melalui kegiatan Sedekah Budaya, masyarakat Dusun Puwono menunjukkan komitmen untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai ruang berkumpul, berkarya, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda dan masyarakat luas.