FPP UNDIP Gelar Round Table Discussion 2 untuk Pengembangan Modul dan Pelatihan Kompetensi Hijau

Semarang, 27 Agustus 2026 – Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro (FPP UNDIP) menyelenggarakan Round Table Discussion 2 bertajuk Training and Module Development pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari ERASMUS-EDU-2024-CBHE Project 101179744 — Nurture Future Green Leaders (TUNE).

Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari rangkaian Round Table Discussion TUNE dengan fokus pada pengembangan modul dan kegiatan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan kompetensi hijau di sektor Agriculture, Forestry, and Land Use (AFOLU). Agenda kegiatan meliputi opening remarks, stakeholder statement, roundtable discussion, perumusan kesimpulan dan tindak lanjut bersama, serta penutupan.

Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber kunci dari lingkungan Universitas Diponegoro, antara lain Sugiharto selaku Dekan FPP UNDIP, Florentina Kusmiyati sebagai PIC kegiatan TUNE, Sri Sumarsih (Ketua Departemen Peternakan), Ahmad N. Al-Baari (Ketua Departemen Pertanian), Kustopo (Ketua Prodi S1 Agribisnis), Siwi Gayatri (Ketua Prodi S2 Agribisnis), Eny Fuskhah (Ketua Prodi S1 Agroekoteknologi), Albertus Fajar Irawan (Sekretaris Prodi S1 Agroekoteknologi), Setya Budi Muhammad Abduh (Ketua Prodi S2 Ilmu Pangan), Rudy Hartanto (Ketua Prodi S1 Peternakan), Daud Samsudewa (Sekretaris Prodi S1 Peternakan), Asep Setiaji (Ketua Prodi S2 Ilmu Ternak), serta Sutaryo (Ketua Prodi S3 Peternakan).

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan perwakilan dari sektor industri dan pemerintah, yaitu Wiwik Andriyani dan Chorirotun Nur Ulifah dari Perhutani, Danang Adriansyah dari PT Perkebunan Nusantara VIII, serta Irene Natalia Siahaan dari Dinas Pertanian Kota Semarang. Kehadiran lintas sektor tersebut menjadi penting untuk memastikan bahwa pengembangan modul dan pelatihan tidak hanya berorientasi pada kebutuhan akademik, tetapi juga selaras dengan kebutuhan dunia kerja serta kebijakan pembangunan berkelanjutan.

Dalam diskusi, peserta membahas kompetensi hijau yang semakin dibutuhkan di sektor AFOLU. Sejumlah kompetensi yang menjadi perhatian meliputi Geographic Information System (GIS), Internet of Things (IoT), budidaya, nursery, harvesting dengan pendekatan Reduced Impact Logging, penanganan pascapanen, serta kemampuan dalam resolusi konflik dan persoalan land tenure.

Pembahasan juga menyoroti transformasi berbagai pekerjaan konvensional menjadi green jobs melalui penambahan kompetensi baru. Beberapa contoh yang dibahas meliputi Climate-Smart Agronomist, Soil Carbon Specialist, Green Process Engineer, Sustainable Plantation Manager, Environmental GIS Analyst, Sustainable Supply Chain Assistant, Environmental and Carbon Officer, hingga ESG Data Analyst. Kompetensi pendukungnya mencakup climate-smart agriculture, pengelolaan karbon tanah, efisiensi energi, traceability, carbon accounting, ESG reporting, hingga pemanfaatan data digital.

Salah satu fokus utama Round Table Discussion 2 adalah evaluasi modul Sustainable Forest Management yang telah dikembangkan oleh tim UNDIP. Diskusi ini menggarisbawahi perlunya modul yang tidak hanya memberikan green knowledge, tetapi juga mendorong pembelajaran berbasis kompetensi dan pemecahan masalah. Pendekatan partisipatif, digitalisasi di bidang kehutanan, keterlibatan kelompok pengelola hutan, serta integrasi kearifan lokal masyarakat sekitar hutan juga dinilai penting dalam pengembangan materi pembelajaran.

Masukan dari sektor industri mengarah pada pengembangan materi dan pelatihan terkait manajemen rantai pasok, ekonomi sirkular, komunikasi bisnis, pengembangan produk, digitalisasi produk melalui pemanfaatan kecerdasan buatan, serta data analytics dan driving execution. Sementara itu, perspektif pemerintah menekankan pentingnya manajemen konflik lingkungan, penyusunan kebijakan publik yang berorientasi pada Sustainable Development Goals (SDGs) dan green economy, pemetaan dan pengembangan sumber daya lokal, serta pemberdayaan perempuan.

Melalui Round Table Discussion 2 ini, FPP UNDIP bersama mitra industri dan pemerintah berupaya memperkuat pengembangan modul serta kegiatan pelatihan yang lebih aplikatif, adaptif, dan sesuai dengan tantangan sektor pertanian dan kehutanan. Hasil diskusi diharapkan menjadi landasan dalam penyempurnaan materi pembelajaran TUNE sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi hijau dan mampu berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.