URDC Terus Melaju di Tengah Tantangan KRAI 

SEMARANG (07/08) — Beberapa menit di arena dapat menjadi penentu dari proses yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. Sebelum sebuah robot mampu bergerak dan menyelesaikan setiap task dalam kompetisi KRAI, ada rangkaian riset, perancangan, kegagalan, hingga trial berulang yang harus dilalui. Bagi URDC, setiap gerakan robot di arena merupakan hasil dari kerja banyak divisi yang terus mencari cara untuk membuat robot menjadi lebih reliable, cepat, dan konsisten. Untuk mengulik lebih dalam persiapan menuju kompetisi ini, Bidang Riset dan Keilmuan BEM UNDIP bersama Kantor Prestasi Mahasiswa Universitas Diponegoro melakukan dialog eksklusif dengan Nurmansya Alisyahid selaku Team Leader Bandhayudha 2026.

Pada kompetisi KRAI, URDC memulai perjalanannya dengan memahami mekanisme pertandingan, mempelajari tema, serta membaca guidebook yang diberikan oleh penyelenggara. Dari hal tersebut, tim URDC dapat mengidentifikasi kebutuhan utama robot, baik dari sisi mekanik, elektronik, kontrol, hingga pemrograman. Jika konsep awal telah ditentukan, selanjutnya tim URDC mulai mendesain, menyusun prototipe, mengintegrasi sistem, dan dilanjutkan dengan trial secara bertahap. Hasil dari proses trial tersebut akan dilakukan evaluasi untuk mengetahui kekurangan dari robot tersebut untuk disempurnakan. Sehingga, proses riset dan pengembangan tim URDC pada perlombaan KRAI cukup iteratif. Dimulai dari mendesain, mengimplementasi, menguji, mengevaluasi, serta mengimprovisasi, hingga robot mencapai performa yang terbaik. 

Pada tahun ini, robot yang dimiliki tim URDC berlebih. Hal tersebut dapat terjadi karena tema kompetisi KRAI tahun ini memiliki banyak task yang mengakibatkan kompleksitas dan jumlah aktuator pada robot juga semakin banyak. Inilah tantangan terbesar yang dihadapi oleh tim URDC pada tahun ini. Namun, tim URDC menemukan solusi dengan menerapkan desain iteratif serta planning yang terstruktur terhadap setiap mekanisme untuk mencegah adanya kelebihan bobot pada rencana robot.

Dengan adanya tantangan pada bobot robot, tim URDC tidak hanya berfokus pada bagaimana robot dapat memenuhi seluruh kebutuhan task, tetapi juga bagaimana robot tersebut dapat memiliki performa yang baik selama pertandingan. Oleh karena itu, tim URDC memberikan fokus lebih dalam pengembangan robot pada tiga aspek utama, yaitu reliability, kecepatan, dan konsistensi. Robot tidak hanya diharapkan mampu menyelesaikan setiap task yang diberikan, tetapi juga dapat bekerja secara stabil selama pertandingan. Selain itu, sistem mekanik dan kontrol pada robot dikembangkan agar lebih responsif serta mudah disesuaikan ketika terdapat perubahan di lapangan.

Untuk dapat menghasilkan robot dengan performa yang sesuai dengan target, tentunya diperlukan kerja sama dari setiap bagian yang terlibat dalam proses pengembangannya. Dalam tim URDC, anggota dibagi berdasarkan bidang kompetensi, yaitu mekanik, elektronik, programming, dan nonteknis. Meskipun setiap divisi memiliki tanggung jawab masing-masing, seluruh divisi tetap perlu melakukan koordinasi karena setiap sistem pada robot saling terhubung. Koordinasi tersebut dilakukan melalui evaluasi progres dan trial bersama untuk mengetahui perkembangan serta permasalahan yang terdapat pada robot.

Permasalahan yang ditemukan selama proses trial juga tidak selalu berasal dari satu divisi saja. Sebagai contoh, ketika terdapat ketidakakuratan pada pergerakan robot, masalah tersebut tidak selalu disebabkan oleh programming, tetapi dapat juga berasal dari bagian mekanik seperti backlash gear maupun sensor yang mengalami masalah. Oleh karena itu, komunikasi antar divisi menjadi salah satu hal yang penting dalam proses pengembangan robot URDC. 

Dalam proses pengembangan robot, koordinasi antar anggota bukan satu-satunya hal yang dibutuhkan. Pengalaman yang dimiliki anggota dari proses dan kompetisi sebelumnya juga dapat menjadi bekal dalam menghadapi berbagai tantangan selama persiapan KRAI. Pengalaman dan prestasi sebelumnya dapat memberikan titik awal yang lebih awal dibandingkan anggota yang belum memiliki pengalaman serupa. Namun, bagi tim Bandhayudha, pengalaman bukan menjadi satu-satunya hal yang diutamakan. Tim lebih mengutamakan komitmen dari setiap anggota dalam menjalankan proses yang ada.

Komitmen tersebut menjadi penting karena kemampuan setiap anggota tidak selalu berada pada tingkat yang sama. Anggota yang masih tertinggal dalam materi maupun memiliki kemampuan yang belum cukup tetap dapat mengejar ketertinggalannya melalui proses belajar dan pengembangan diri. Dengan begitu, pengalaman yang sudah dimiliki dapat menjadi pijakan, sementara komitmen menjadi dorongan bagi anggota untuk terus berkembang dan menghasilkan generasi-generasi URDC yang lebih baik kedepannya.

Pada akhirnya, target utama URDC dalam KRAI tahun ini bukan hanya memperoleh prestasi, tetapi juga memberikan performa terbaik dan mendapatkan hasil yang maksimal. Bagi tim, pencapaian tersebut perlu berjalan beriringan dengan proses pengembangan robot yang benar-benar menunjukkan inovasi serta kerja keras seluruh anggota. Setiap tahapan, mulai dari riset, perancangan, trial, hingga evaluasi, menjadi bagian penting yang perlu didokumentasikan sebagai pengetahuan bagi tim. Hasil dari proses tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kompetisi, tetapi dapat menjadi bekal dan diteruskan kepada generasi URDC berikutnya. Dengan demikian, kemampuan tim untuk beradaptasi terhadap tantangan baru juga dapat terus berkembang dari tahun ke tahun.

Lebih dari sekadar mengejar prestasi, KRAI bagi URDC menjadi ruang untuk belajar bahwa setiap pencapaian membutuhkan proses yang panjang dan tidak selalu berjalan secara instan. Proses trial and error, revisi desain, hingga membongkar kembali mekanisme yang belum sesuai menjadi bagian dari perjalanan yang justru membentuk kemampuan anggota. Melalui KRAI, anggota tidak hanya belajar mengembangkan robot, tetapi juga belajar bekerja dalam tim, menyelesaikan permasalahan nyata, serta mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh. Pada akhirnya, keberhasilan bukan hanya dilihat dari hasil yang diraih di arena pertandingan, tetapi juga dari bagaimana seluruh proses tersebut mampu membentuk kemampuan, pengalaman, dan mentalitas setiap anggota URDC.

Perjalanan di divisi KRAI tidak selalu berjalan tanpa hambatan. Rasa lelah, tekanan, dan berbagai kendala menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses panjang menuju kompetisi. Namun, di balik itu semua, terdapat pengalaman yang membuat setiap proses tetap terasa berharga dan menyenangkan. Semangat untuk terus melangkah pun menjadi pesan yang ingin diwariskan kepada generasi berikutnya. “Tetap semangat dan jangan mudah menyerah. Pasti banyak rintangan yang akan dihadapi, jadi jalani saja terus agar bisa lebih baik lagi,” menjadi sebuah kalimat penutup yang memberi tahu kita bahwa sebuah rintangan bukan tentang seberapa mudah jalan yang dilalui, melainkan tentang kemauan untuk terus bertahan, belajar, dan berkembang di setiap langkahnya.